Loading...
DHASAM.CO ID - SIMALUNGUN
Terkait isu mengenai dugaan penyimpangan penggunaan dana iuran siswa kelas IX SMP Yapendak Tinjowan, di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kepala Sekolah Hermanto memberikan penjelasan rinci saat ditemui di ruang kerjanya, pada Sabtu (08/08/2026). Dirinya menegaskan, penarikan iuran telah melalui kesepakatan bersama para wali murid dan Komite Sekolah sebelum dilaksanakan.
"Selain untuk pembuatan panggung pentas seni berukuran 5x14 meter yang diperkirakan menelan biaya sekira Rp35 jutaan, juga untuk pembuatan plang sekolah," ungkap Hermanto.
Ia membenarkan bahwa belanja untuk pembuatan plang sekolah itu sekira Rp6. 500.000, yang juga bersumber dari iuran siswa, sementara kekurangan anggaran untuk pentas seni diupayakan dari sumber lain.
Lebih lanjut dikatakan Hermanto, kenaikan harga bahan bangunan belakangan ini membuat biaya pembangunan pentas seni menjadi semakin membengkak. Guna menutupi kekurangan anggaran tersebut, pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan bantuan kepada pihak PTPN IV Tinjowan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
"Alhamdulillah pihak perkebunan sudah setuju memberikan bantuan, namun hingga saat ini belum kami terima dan belum diketahui secara pasti berapa besarannya," jelas Hermanto menambahkan.
Sejalan dengan kepala sekolah, ditempat yang sama Wakil kepala sekolah yapendak tinjowan, Makbul Siregar, turut memaparkan rincian penggunaan dana iuran tersebut. Di antaranya digunakan untuk pembelian semen, batu bata, pasir, pembelian 10 truk tanah timbun, serta pembayaran ongkos tukang dan tenaga pembantu atau kenek. .
"Seluruh dana itu memang diperuntukkan semata-mata untuk pembuatan panggung pentas seni dan plang sekolah I Love SMP yapendak tinjowan, demi kenyamanan dan kemajuan bersama di lingkungan pendidikan kita," tegas Makbul.
Makbul berharap bantuan TJSL itu segera cair agar pembangunan pentas seni SMP yapendak tinjowan dapat diselesaikan tepat waktu. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran yang berasal dari partisipasi masyarakat sekolah.
( Dharma Samosir/DHASAM.co.id)