• Loading...

Puluhan Hektar Sawit Tanam Ulang Di PTPN 4 Bandar Betsy Regional I Mengering, Dugaan Kelalaian Manajemen Picu Kerugian Besar

DHASAM.co id - Simalungun

Puluhan hektar sawit tanam ulang di areal Afdeling 3 PTPN IV Regional I Unit Kebun Bandar Betsy terlihat mengering dan mati secara massal. Kejadian itu memicu kecurigaan kuat terhadap kelalaian manajemen setempat, yang diduga menjadi penyebab utama kerusakan lahan produktif milik perusahaan negara tersebut.

Kerugian finansial akibat kelalaian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tanaman sawit ulang yang mati mewakili potensi produksi ratusan ton tandan buah segar (TBS) per tahun, senilai miliar rupiah berdasarkan harga pasar saat ini.

Selain itu, biaya penebangan tanaman karet sebelumnya dan penanaman baru diperkirakan menelan biaya miliaran rupiah lebih, ditambah hilangnya pendapatan selama 2-3 tahun hingga tanaman baru berproduksi.

Dampak kelalaian manajemen tak berhenti di kerugian materi. Produktivitas unit kebun bandar betsy turun secara keseluruhan, hingga mengganggu target ekspor CPO nasional.

Saat dikonfirmasi media ini via layanan WhatsApp, Asisten Kepala kebun bandar betsy Arif Sadikin menjelaskan, bahwa management unit kebun bandar betsy terus melakukan pemeliharaan tanaman sawit fase TBM dan TM secara rutin, berkesinambungan sesuai standar oprasiona perusahaan (SOP), yang meliputi pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama/ penyakit serta perawatan teknis lainnya.

Lebihlanjut dijelaskan Askep, terkait adanya sawit tanaman ulang yang mengalami kekeringan dan mati, adalah karena faktor cuaca. Minimnya curah hujan dan tingginya tingkat kekeringan air berdampak pada tanaman sawit mengalami stres (Drought stress).

Ditegaskan Arif Sadikin lagi, bahwa langkah penyisipan tanaman pada titik - titik lokasi yang mati, akan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan tanaman dan menjaga produktivitas kedepannya.

Diakhir penjelasannya, Arif menyampaikan akan melakukan perbaikan berkelanjutan, bersikap terbuka terhadap konfirmasi dan klarifikasi untuk informasi yang berimbang.

(Dharma Samosir)

Iklan